Aku mengenalnya semenjak aku berusia
14 tahun, dan semenjak itu aku merasa aneh.
Entah apa yang aku rasa saat itu,
aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak
tentu arah.
Saat aku sadari ternyata aku mulai
jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali
Namun aku tak mampu melakukan apa
yang ingin aku lakukan.
Aku hanya mengaguminya dari
kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala
itu.
Aku melihatnya tertawa dan melihat
bermain bola di lapangan itu.
Laki laki yang aku pandang
terlihat tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu..
Matanya sangat indah, rambutnya yang
kriting menambah getaran dalam dada ini..
Huuuuh aku suka dia, benar-benar
suka dia..
Rasa ini semakin hari semakin dalam.
Setiap hari yang aku ingin hanya
memandang wajahnya.
Suatu hari aku melihat tatapan matanya,
tatapan mata yang sangat sejuk.
Yang mampu membuat jantung ini
berdegup lebih cepat.
Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dengan
dia, aku merasa sangat bahagia.
Hingga suatu hari, apa yang aku
takutkan terjadi, dia pergi..
Pergi tanpa pesan terakhir.
Kini, hanya ada aku dan kenangan
itu..
Aku hanya mampu mengingatnya,
mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu.
Aku berjalan gontai sambil
meneteskan air mata , air mata kehilangan.
Dia, takkan pernah tau betapa
sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku.
Aku tak mampu berkata apapun, aku
hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya..
Aku mencoba tegar, aku mencoba terus
untuk menutup luka ini, luka yang kau beri.
Aku mencoba bahagia dengan apa yg
aku miliki saat itu..
Aku mencoba bertahan dengan senyumanku.
Ya tuhan, jaga dia selama dia jauh
dari sisiku.
Di dalam penantianku, ada seorang
pria datang dgn membawa sejuta cinta
Aku masih ingin diam, dan diam
menunggu cintaku kembali dalam pelukku.
Namun kehadirannya membuat aku
tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta
pertamaku.
Aku hanya mampu tertawa sesaat saja,
setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku.
Untuk sementara waktu, sakitku
terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku.
Namun hanya sementara dan setelah
itu kami berpisah..
Tahun pun telah berganti namun
cintaku tak pernah kembali..
Aku tetap menunggu, menunggu dalam
ketidakpastian ini..
Sampai suatu hari, aku tau dia sudah
tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih..
Aku hancuuuur saat itu..
Aku harus melihat cinta pertamaku
bersama wanitanya itu.
Aku menangis sejadi jadinya :’(
Aku terus menangis dalam diamku, aku
tak mampu lagi tersenyum saat itu..
Rasanya hatiku sangat sakit saat
itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping.
Tuhan, mengapa ini terjadi padaku??
Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn
caraku sendiri.
Dan aku mencoba berpaling tapi
selalu saja gagal.
Akhirnya aku menemukan seorang pria,
yang sangat aku harapkan bisa menggantikan dia.
Namun ternyata aku salah, semua yg
aku usahakan gagal..
Entah apa yg aku rasakan saat itu,
aku galau..
Aku kecewa..
Aku harus rela DIA bersama
wanitanya…
Namun aku tak sekuat yang aku kira,
aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak
mampu.
Aku terlalu rapuh untuk itu..
Namun aku tak putus asa, aku terus
menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku.
Aku berdoa, suatu hari nanti DIA
bisa mengerti rasaku ini
Setelah tahun berganti..
Tuhan mendengar doaku, aku kembali
bisa dekat dengan cinta pertamaku itu.
Ahhh, senangnya aku ini :D
Lama-kelamaan aku semakin dekat
dengan dia..
Dan sekarang dia bukan lagi
bayangan, tapi dia adalah KENYATAAN.
Perjuanganku selama 4tahun ini TIDAK
sia2, terima kasih Tuhan :*
I will be love you, until the end of
time my Boy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar