Bulan sendiri?
Yah sama kaya orang orang yang merasakan seperti bulan, yaitu kesendirian.
terkadang gue ngerasa hal seperti itu yah ngerasain banget, ketika mereka semua menjauh tanpa melihat ada siapa disini, sakit yah sakit disaat gue butuh yang lain, seketika mereka manjauh dengan cara mengacuhkan gue yang jelas jelas gue butuh mereka. bulan diam , yah terkadang gue sama seperti bulan, gue lebih baik diam disaat mereka ngomongin tentang gue dan cukup melihat dari jauh yah dari jauh.
isnaen
welcome to my blog
Senin, 06 Oktober 2014
BULAN
Senin, 29 September 2014
contoh surat lamaran kerja
Jakarta, 15 Juli 2015
Kepada Yth.
Direktur PT. Tumbang Sentosa
Jl. Haji Tohirin No. 78
Cikeas
Jakarta Pusat
Hal : Lamaran Pekerjaan
Dengan hormat,
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat pada surat kabar
Jakarta Pos pada tanggal 12 Januari 2014, mengenai lowongan kerja
sebagai staff accounting, saya yang bertandatangan dibawah ini :
| Nama lengkap | : | Isma Isnaeni | |
| Tempat / Tanggal Lahir | : | Jakarta, 11 Januari 1998 | |
| Umur | : | 17 tahun | |
| Pendidikan Terakhir | : | SMK | |
| Alamat Lengkap | : | Jl. Kamp. Luar Batang V rt 09/03 No. 18, Penjaringan Jakarta Utara | |
| Domisili Sekarang | : | Jl. Kamp. Luar Batang V rt 09/03 No. 18, Penjaringan Jakarta Utara | |
| Nomor Telp | : | 089 8892 xxxx |
Dengan ini memberanikan diri mengajukan lamaran untuk mengisi lowongan perkerjaan tersebut.
Sebagai bahan pertimbangan bapak/ ibu, dalam surat lamaran pekerjaan ini saya lampirkan:
- Salinan Ijazah terakhir yang telah dilegalisir
- Daftar Riwayat Hidup terbaru
- Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah dilegalisir
- Pas Foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya buat dengan sebenarnya. Jika
dibutuhkan, saya bersedia diundang untuk diwawancarai supaya saya bisa
lebih detail menjelaskan tentang potensi yang ada dalam diri saya. Besar
harapan saya untuk bisa bergabung di perusahaan yang Bapak / Ibu
pimpin. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.
Jakarta, 15 Juli 2015
Hormat Saya,
Isma Isnaeni
Rabu, 24 September 2014
Sejarah masjid kampung luar batang
masjid keramat luar batang tempo dulu tepat nya tempat tinggal semasa hidupnya habib husein
Jakarta - Berada di utara Jakarta, keberadaan Masjid Keramat Luar Batang memang belum banyak yang tahu. Tapi siapa kira, masjid ini menyimpan sejarah sekaligus misteri tentang keberadaannya. Yuk, ke sana!
Bagi Anda yang belum tahu, kawasan Penjaringan di Jakarta Utara memiliki bangunan masjid yang amat terkenal sejak dahulu, yakni Masjid Keramat Luar Batang. Sesuai namanya yang keramat, masjid ini menyimpan sejarah dan cerita luar biasa.
"Sebenarnya nama aslinya Masjid An Nur. Tapi sejarahnya, ketika Habib Husein wafat sekitar 1756, jenazah beliau dikembalikan ke asalnya di Yaman. Sampai di sana, saat ingin dikubur, jenazahnya tidak ada," kata pengurus masjid, Yudo Sapmono (50), saat ditemui detikTravel, Jumat (5/4/2013).
Siapa Habib Husein? Dari cerita Yudo, setelah mengunjungi India, Habib Husein datang dari Yaman ke Jakarta (dahulu Batavia) pada awal abad 18, untuk menyiarkan agama Islam. Sejarah menyebut, di Batavia ia kemudian bertemu dengan seorang serdadu Belanda.
Tersiar kabar jenazah Habib Husein ada di dalam kamarnya, yang sekarang jadi makamnya di komplek masjid ini. Orang yang takjub kemudian menceritakan peristiwa jenazah keluar dari kurung batang ini, hingga akhirnya disebut "luar batang".
Tak ayal, asal muasal nama masjid satu lantai ini menarik perhatian masyarakat. Banyak dari mereka yang datang untuk berziarah ke makam habib juga makam muridnya yang bersebelahan, KH Abdul Kadir. Ia adalah seorang Tionghoa yang memeluk Islam setelah berguru pada Habib Husein.
Jika penasaran, Anda bisa datang langsung ke masjid yang beralamat di Jalan Kampung Luar Batang V No 1, Penjaringan. Ciri khas masjid yang berdiri di atas lahan 3.500 meter persegi ini yakni 12 tiang penyangga.
"Pertama dibangun oleh Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, diperkirakan tahun 1739," kata Yudo
jalan menuju masjid luar batang
Masjid luar batang yang sekarang
Jakarta - Berada di utara Jakarta, keberadaan Masjid Keramat Luar Batang memang belum banyak yang tahu. Tapi siapa kira, masjid ini menyimpan sejarah sekaligus misteri tentang keberadaannya. Yuk, ke sana!
Bagi Anda yang belum tahu, kawasan Penjaringan di Jakarta Utara memiliki bangunan masjid yang amat terkenal sejak dahulu, yakni Masjid Keramat Luar Batang. Sesuai namanya yang keramat, masjid ini menyimpan sejarah dan cerita luar biasa.
"Sebenarnya nama aslinya Masjid An Nur. Tapi sejarahnya, ketika Habib Husein wafat sekitar 1756, jenazah beliau dikembalikan ke asalnya di Yaman. Sampai di sana, saat ingin dikubur, jenazahnya tidak ada," kata pengurus masjid, Yudo Sapmono (50), saat ditemui detikTravel, Jumat (5/4/2013).
Siapa Habib Husein? Dari cerita Yudo, setelah mengunjungi India, Habib Husein datang dari Yaman ke Jakarta (dahulu Batavia) pada awal abad 18, untuk menyiarkan agama Islam. Sejarah menyebut, di Batavia ia kemudian bertemu dengan seorang serdadu Belanda.
Tersiar kabar jenazah Habib Husein ada di dalam kamarnya, yang sekarang jadi makamnya di komplek masjid ini. Orang yang takjub kemudian menceritakan peristiwa jenazah keluar dari kurung batang ini, hingga akhirnya disebut "luar batang".
Tak ayal, asal muasal nama masjid satu lantai ini menarik perhatian masyarakat. Banyak dari mereka yang datang untuk berziarah ke makam habib juga makam muridnya yang bersebelahan, KH Abdul Kadir. Ia adalah seorang Tionghoa yang memeluk Islam setelah berguru pada Habib Husein.
Jika penasaran, Anda bisa datang langsung ke masjid yang beralamat di Jalan Kampung Luar Batang V No 1, Penjaringan. Ciri khas masjid yang berdiri di atas lahan 3.500 meter persegi ini yakni 12 tiang penyangga.
"Pertama dibangun oleh Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, diperkirakan tahun 1739," kata Yudo
Kamis, 18 September 2014
Jangan Berhenti Mencintaiku - Titi DJ
Jangan Berhenti Mencintaiku - Titi DJ
Hari kian begulir
Makin dekat dirimu di hatiku
Meskipun tak terucapkan
Ku merasakan dalamnya cintamu
Jangan berhenti mencintaiku
Meski mentari berhenti bersinar
Jangan berubah sedikitpun
Di dalam cintamu ku temukan bahagia
Jalan mungkin berliku
Takkan lelah bila di sampingmu
Semakin ku mengenalmu
Jelas terlihat pintu masa depan
Semoga tiada berhenti
Bersemi selamanya
Hari kian begulir
Makin dekat dirimu di hatiku
Meskipun tak terucapkan
Ku merasakan dalamnya cintamu
Jangan berhenti mencintaiku
Meski mentari berhenti bersinar
Jangan berubah sedikitpun
Di dalam cintamu ku temukan bahagia
Jalan mungkin berliku
Takkan lelah bila di sampingmu
Semakin ku mengenalmu
Jelas terlihat pintu masa depan
Semoga tiada berhenti
Bersemi selamanya
Rabu, 27 Agustus 2014
Isi hati ini
Lu, ya lu
lu yang merubah gue menjadi seperti ini, menjadi orang yang pendiam, terjauhkan dari mereka-mereka,orang yang dekat sama gue dan sayang sama gue
Lu, ya lu
lu yang menghancurkan kehidupan gue saat ini, rasanya ingin teriak dan marah di kuping lu
lu yang merubah gue menjadi seperti ini, menjadi orang yang pendiam, terjauhkan dari mereka-mereka,orang yang dekat sama gue dan sayang sama gue
Lu, ya lu
lu yang menghancurkan kehidupan gue saat ini, rasanya ingin teriak dan marah di kuping lu
Kenangan
Semua yang gue miliki, kini sudah menjadi kenangan yang seharusnya gue buang jauh"....
tetapi hanya ini semua yang bisa gue jadikan dokumen buat gue Dewasa nanti.
tetapi hanya ini semua yang bisa gue jadikan dokumen buat gue Dewasa nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)











